AKHLAKFikih

Bahaya Judi Online dalam Pandangan Islam

Judi, dalam bentuk apa pun, termasuk judi online, adalah aktivitas yang dilarang dalam Islam. Islam sebagai agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan umatnya memberikan panduan yang jelas mengenai aktivitas-aktivitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan, termasuk dalam hal mencari rezeki dan hiburan. Artikel ini akan membahas mengapa judi online dianggap berbahaya dalam pandangan Islam, serta dampak negatif yang ditimbulkannya.

1. Larangan dalam Al-Quran dan Hadis

Islam memiliki landasan hukum yang tegas mengenai judi. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Ma’idah: 90)

“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al-Ma’idah: 91)

Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:
– Dari Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Barang siapa yang mengatakan kepada temannya: ‘Mari kita bermain judi,’ maka hendaknya ia bersedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ayat-ayat dan hadis-hadis ini menegaskan bahwa judi, termasuk judi online, adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam.

2. Mengandung Unsur Spekulasi dan Ketidakpastian

Judi online, seperti halnya judi konvensional, mengandung unsur spekulasi dan ketidakpastian yang tinggi. Islam melarang segala bentuk aktivitas yang mengandung gharar (ketidakpastian berlebihan) karena dapat merugikan salah satu pihak. Dalam judi, tidak ada kepastian tentang hasil yang diperoleh, dan ini bertentangan dengan prinsip keadilan dan kejelasan dalam transaksi yang dianjurkan oleh Islam.

3. Merusak Moral dan Akhlak

Judi online dapat merusak moral dan akhlak individu. Aktivitas ini mendorong perilaku tamak dan ketergantungan pada keberuntungan daripada usaha dan kerja keras. Islam mengajarkan umatnya untuk mencari rezeki melalui cara yang halal dan bekerja keras, bukan dengan mengandalkan nasib atau keberuntungan semata.

 4. Mengalihkan Perhatian dari Kewajiban Agama

Judi online dapat mengalihkan perhatian seseorang dari kewajiban agama seperti shalat, zakat, dan kegiatan ibadah lainnya. Waktu dan energi yang dihabiskan untuk berjudi bisa mengurangi waktu yang seharusnya digunakan untuk beribadah dan mengingat Allah SWT. Ini dapat menyebabkan seseorang lalai dari tanggung jawab spiritual dan sosialnya.

5. Menyebabkan Permusuhan dan Kebencian

Judi online, seperti yang disebutkan dalam Al-Quran, dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian antara individu. Kalah dalam judi seringkali menyebabkan frustrasi dan kemarahan, sedangkan kemenangan dapat memicu kesombongan dan ketidakpuasan pada pihak yang kalah. Ini dapat merusak hubungan sosial dan menimbulkan konflik.

6. Menghabiskan Harta Secara Sia-sia

Judi online seringkali menyebabkan pemborosan harta yang seharusnya digunakan untuk kebaikan dan kesejahteraan diri serta keluarga. Islam mendorong pengelolaan harta yang bijaksana dan bertanggung jawab. Membelanjakan uang untuk berjudi adalah tindakan yang tidak produktif dan merugikan.

Kesimpulan

Dalam pandangan Islam, judi online adalah aktivitas yang berbahaya dan dilarang karena mengandung unsur spekulasi dan ketidakpastian, merusak moral dan akhlak, mengalihkan perhatian dari kewajiban agama, menimbulkan permusuhan dan kebencian, serta menyebabkan pemborosan harta. Islam mengajarkan umatnya untuk menjauhi perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain, serta mencari rezeki melalui cara yang halal dan penuh berkah. Oleh karena itu, umat Muslim sebaiknya menghindari judi online dan aktivitas lain yang sejenis, serta fokus pada usaha yang diridhai oleh Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tiktok