Zakat Penghasilan

Zakat Penghasilan

Zakat penghasilan bersifat wajib bagi umat Islam yang memiliki penghasilan tetap maupun tidak tetap. Namun, masih ada yang belum mengerti cara menghitung zakat penghasilan. Dikutip dari buku Zakat Dalam Perekonomian Modern oleh Didin Hafidhuddin, zakat adalah salah satu ibadah dalam agama Islam yang memiliki posisi sangat penting, baik dari sisi ajaran Islam maupun dari sisi pembangunan kesejahteraan umat.

Namun, zakat penghasilan saat ini belum berfungsi secara maksimal untuk pemerataan kesejahteraan umat. Pasalnya, masih banyak yang tidak mengetahui porsi zakat penghasilan berapa persen dari penghasilan dan cara menghitung zakat penghasilan.

 

Baca juga: Apa Itu Pajak Penghasilan Orang Pribadi dan Bagaimana Menghitungnya?

Selain itu, kedudukan hukum zakat penghasilan juga masih sering ditanyakan umat Islam di Indonesia. Berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 3 Tahun 2003, semua bentuk penghasilan halal wajib dikeluarkan zakatnya apabila telah mencapai nishab dalam satu tahun, yaitu senilai 85 gram emas.

Apa itu zakat penghasilan?

Zakat penghasilan dikenal juga sebagai zakat profesi merupakan bagian dari zakat mal. Zakat penghasilan adalah bagian dari penghasilan yang harus dikeluarkan oleh seseorang setiap bulannya. Fatwa MUI menjelaskan, penghasilan dalam zakat penghasilan adalah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lainnya yang diperoleh secara halal, baik penghasilan rutin maupun tidak rutin.

 

Baca juga: Ini Tarif Pajak Penghasilan Badan dan Cara Menghitungnya

 

Orang yang wajib menunaikan zakat penghasilan, apabila penghasilannya sudah mencapai nishab zakat penghasilan sebesar 85 gram emas per tahun. Berdasarkan SK BAZNAS Tahun 2021 Tentang Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa tahun 2021, nilai 85 gram emas setara dengan Rp 79.738.415. Dengan demikian, seseorang yang berpenghasilan minimal Rp 6.644.868 per bulan wajib membayar zakat penghasilan setiap bulannya.

Lihat Foto Ilustrasi zakat penghasilan.

 

Lalu, porsi zakat penghasilan berapa persen dari gaji?

Menurut Fatwa MUI, zakat penghasilan ditunaikan sebesar 2,5 persen dari penghasilan per bulan. Tetapi apabila seseorang memiliki penghasilan yang tidak menentu per bulannya, maka zakat pendapatan bisa dihitung selama 1 tahun. Lalu jika total penghasilan per tahun setara dengan nilai 85 gram emas saat itu, maka wajib mengeluarkan zakat pengasilan sebesar 2,5 persen dari total penghasilan per tahunnya.

Cara menghitung zakat penghasilan Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan rumus untuk cara menghitung zakat penghasilan adalah 2,5 persen dikali jumlah penghasilan dalam 1 bulan atau 1 tahun.

Baca juga: 8 Golongan Orang yang Berhak Menerima Zakat

 

Karena patokan besaran zakat penghasilan menggunakan emas, maka harus di cari tahu terlebih dahulu berapa harga emas.

Misalnya, berdasarkan data dari laman harga-emas.org, harga emas hari ini adalah Rp 927.000 per gram. Maka nishab zakat penghasilan dalam setahun sebesar Rp 78.795.000.

Sementara penghasilan Pak Aris adalah Rp 10 juta per bulan atau Rp 120 juta per tahun. Maka Pak Aris termasuk wajib zakat penghasilan karena penghasilannya lebih dari nilai emas 85 gram tersebut.

Cara menghitung zakat penghasilan yang harus dikeluarkan Pak Aris:

2,5 persen  x Rp 10 juta = Rp 250.000 per bulan.

2,5 persen x Rp 120 juta = Rp 3 juta per tahun.

Baca juga: Disebut Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Berapa Gaji Guru di Indonesia?

Rumus yang sama juga bisa digunakan untuk seseorang yang berpenghasilan tidak tetap. Namun, harus menjumlahkan total penghasilannya selama setahun terlebih dulu baru kemudian dialikan dengan kadar zakat penghasilan 2,5 persen. Demikian, penjelasan terkait cara menghitung zakat penghasilan.

Informasi ini wajib diketahui umat Islam agar tidak bingung menentukan besaran zakat penghasilan berapa persen dari penghasilannya.

Perhiasan wajib dizakati apa tidak ?

Perhiasan wajib dizakati apa tidak ?

Oleh: Ust.Muh. Nursalim

Bulan ramadhan biasanya kaum muslimin semangat untuk membayar zakat. Mungkin merasa membayar zakat di bulan suci ini pahalanya berlipat. Selain itu pada bulan ramadhan itu kesadaran religius umat Islam meningkat sehingga terasa lebih ringan saat harus mengeluarkan zakat.

Padahal yang wajib dibayar pada bulan ramadhan itu adalah zakat fitrah. Adapun zakat mal disesuaikan dengan haul (jatuh tempo) harta yang mesti dizakati. Jika awal mula dimiliki harta zakat itu bulan Perbuari maka jatuh tempo membayar zakatanya adalah bulan Januari tahun yang sama. Itulah yang disebut haul, yaitu masa satu tahun kepemilikan harta yang kena kewajiban zakat.

Bagaimana dengan emas yang berupa perhiasan, apakah benda itu juga harus dizakati setiap tahunnya ?

Sayid Sabiq menulis tentang masalah ini dalam Fiqhu Sunahnya dengan judul kecil, yaitu zakat perhiasan.

Secara garis besar ada dua pendapat tentang masalah ini. Yang pertama pendapat imam Abu Hanifah. Pendiri mazhab Hanafi ini mewajibkan zakat perhiasan emas dan perak. Hal ini merujuk adanya sebuah hadis berikut:

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ امْرَأَةً أَتَتْ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَمَعَهَا ابْنَةٌ لَهَا وَفِى يَدِ ابْنَتِهَا مَسَكَتَانِ غَلِيظَتَانِ مِنْ ذَهَبٍ فَقَالَ لَهَا « أَتُعْطِينَ زَكَاةَ هَذَا ». قَالَتْ لاَ. قَالَ « أَيَسُرُّكِ أَنْ يُسَوِّرَكِ اللَّهُ بِهِمَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ سِوَارَيْنِ مِنْ نَارٍ ». قَالَ فَخَلَعَتْهُمَا فَأَلْقَتْهُمَا إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَقَالَتْ هُمَا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلِرَسُولِهِ

Dari Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya, bahwa ada seorang wanita datang kepada Rasulullah saw ia bersama anak perempaun yang ditangannya terdapat dua gelang besar dari emas, maka Rasulullah bertanya kepadanya. “Apakah gelang ini sudah kamu zakati ?” wanita itu menjawab “ Belum “ apakah engkau senang jika nanti Allah akan memakaikan kepadamu pada hari kiamat dengan dua gelang dari api neraka ?”. perawi berkata, lalu wanita itu melapas dua gelang tadi dan memberikannya kepada Nabi saw seraya berkata, “dua gelang ini untuk Allah dan Rasulnya”. (HR. Abu Dawud)

Dengan merujuk hadis di atas maka menurut Mazhab Hanafi pehiasan itu wajib dizakati, baik terbuat dari emas ataupun perak. Pendapat ini didukung oleh Ibn Hazm dengan syarat perhiasan yang dimiliki itu sudah mencapai nishab dan dimiliki satu tahun (haul).

Adapun tiga mazhab lainnya yaitu Maliki, Syafii dan Hambali menyatakan bahwa perhiasan itu tidak wajib dizakati, baik terbuat dari emas maupun perak. Hal ini merujuk sejumlah hadis berikut ini.

عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ قَالَ : سَمِعْتُ رَجُلاً يَسْأَلُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ عَنِ الْحُلِىِّ أَفِيهِ الزَّكَاةُ؟ فَقَالَ جَابِرٌ : لاَ فَقَالَ : وَإِنْ كَانَ يَبْلُغُ أَلْفَ دِينَارٍ؟ فَقَالَ جَابِرٌ : كَثِيرٌ

Dari Amr bin Dinar ra berkata, “aku mendengar seorang laki-laki bertanya kepada Jabir bin Abdillah tentang perhiasan, apakah benda itu wajib dizakati ?” lalu Jabir berkata, “Tidak”. Laki-laki itu balik bertanya “Meskipun kepemilikannya 1000 dinar ?” “Jabir kembali menjawab, “Meskipun lebih banyak dari itu”. (Hr. Baihaqi)

Hadis ini diperkuat dengan hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Daruqutni sebagai berikut:

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِى بَكْرٍ أَنَّهَا كَانَتْ تُحَلِّى بَنَاتِهَا بِالذَّهَبِ وَلاَ تُزَكِّيهِ نَحْوًا مِنْ خَمْسِينَ أَلْفًا.

Dari asma binti abu Bakar ra, bahwa ia memakaiakan perhiasan emas kepada anak-anak perempuannya dan ia tidak menzakatinya, padahal kadarnya hingga lima puluh ribu dinar. (Hr. Daruqutni)

Imam Malik dalam kitab Muwatha juga mengatakan yang sama, sebagai berikut

أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَتْ تَلِى بَنَاتِ أَخِيهَا يَتَامَى فِى حَجْرِهَا لَهُنَّ الْحَلْىُ فَلاَ تُخْرِجُ مِنْ حُلِيِّهِنَّ الزَّكَاةَ

Bahwa Aisyah ra istri Nabi saw memberikan perhiasan kepada anak-anak perempuan saudaranya yang yatim di kamarnya, dan ia tidak mengeluarkan zakat dari perhiasan tersebut. (Hr. Malik)

Dengan merujuk kepada pendapat jumhur ulama ini, maka emas dan perak yang terkena kewajiban zakat adalah yang berupa batangan, bukan berupa perhiasan. Emas yang berupa perhiasan berapapun jumlah dan kadar karatnya tidak terkena kewajiban zakat.

Tetapi jika merujuk pendapat Abu Hanifah, perhiasan emas dan perak itu juga harus dizakati. Bahkan mazhab ini tidak mengharuskan syarat mencapai nishab dan haul. Berapapun perhiasan emas yang dimiliki dan jangka waktu kepemilikannya harus dikelurkan zakatnya. Wallahua’lam

 

 

Sedekah Pengertian dan Keutamaan

Sedekah Pengertian dan Keutamaan

SEDEKAH

Pengertian Secara Etimologi

sedekahSedekah diambil dari kata bahasa Arab yaitu “shadaqah”, berasal dari kata sidq (sidiq) yang berarti “kebenaran”.  Pada awal pertumbuhan Islam, shodaqoh diartikan dengan pemberian yang disunahkan (sedekah sunah).

Pengertian secara bahasa

Sedekah adalah pemberian harta kepada orang-orang fakir, orang yang membutuhkan, ataupun pihak-pihak lain yang berhak menerima sedekah, tanpa disertai imbalan. Sedekah memiliki makna yang lebih luas lagi dari zakat dan infaq.

Manfaat dan Keutamaan Sedekah

Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang sedekah, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 271,

“Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 271).

sedekah subuh

1. Sedekah dapat menghapus kesalahan dan menangkal kepedihan sakarotul maut

Rasulullah Saw bersabda: “Sedekah meredakan kemarahan Allah dan menangkal (mengurangi) kepedihan sakaratul maut.” (dalam buku Fiqh Sunnah karangan Sayyid Sabiq)

2. Dengan bersedekah akan membuka pintu rezekimu

Rasulullah Saw bersabda ” Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.” (HR Al-Baihaqi).

Dalam salah satu hadits Qudsi, Allah berfirman: ”Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.“(HR Muslim).

3. Sedekah dapat melipatgandakan rezeki.

Dengan kita banyak bersekah Allah akan melipat gandakan harta kita dari arah mana saja yang tidak pernah kita sangka-sangka.

“Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir, seratus biji Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”(QS Al-Baqarah 2:261)

4. Bersedekah akan menjauhkan kita dari panasnya api neraka

Rasulullah Saw bersabda: “Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma.” (Mutafaq’alaih)

5. Dengan sedekah dapat menghindarkan diri dari macam- macam penyakit jasmani dan rohani

Sebagaimana sabda Nabi: “Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersedekah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.” (HR Ath-Thabrani).

6. Allah akan mencegah segala macan bencana dan musibah dengan sedekah

Sedekah menolak berbagai bentuk musibah bagi siapapun, sekalipun mereka dari golongan orang zhalim, bahkan kafir sekalipun.

Rasulullah Saw bersabda’. “Sedekah dapat menyelamatkan manusia dari kematian yang buruk.” (Al Wasail 6: 267, hadis ke 4).

7. Jika ingin dido’akan malaikat setiap hari, bersedekalah.

Nabi Saw bersabda: “Tidak ada hari yang disambut oleh para hamba melainkan di sana ada dua malaikat yang turun salah satunya berkata ‘ya Allah, berikanlah ganti kepada orang-orang yang berinfaq’ sedangkan (malaikat) yang lainnya berkata ’ya Allah, berikanlah kehancuran kepada orang-orang yang menahan (hartanya)’,”(HR Bukhari-Muslim).

8. Orang yang gemar bersedekah akan mendapatkan keberkahan jiwa dan hartanya.

Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya (QS Saba 34: 39). Dan jika disedekahkan, maka tidak berkurang karena Allah akan menggantinya.

9. Harta yang sebenarnya adalah harta yang kita sedekahkan

Sebagaimana dalam firman-Nya: “…Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (QS.3 :92)

10. Pahala orang yang bersedekah akan dilipat gandakan oleh Allah SWT

Sebagaimana firman-Nya: Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka: dan bagi mereka pahala yang banyak. (QS 57:18)

11. Allah akan membukakan pintu Surga dari berbagai arah bagi orang yang gemar bersedekah

“Wahai hamba Allah,kemarilah untuk menuju kenikmatan”.Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat,ia akan dipanggil dari pintu shalat yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR Bukhari).

12. Ketenangan hati dan kenyaman akan kita peroleh dengan sedekah.

Setiap kali bersedekah, makin menguat kebahagiaan dan makin besar kesenangan.

Allah Ta’ala berfirman :”Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung (QS. 59: 9)

13. Sedekah dapat menghapus dosa-dosa.

Pernyataan ini diperkuat dalil hadist Rasulullah saw,  “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR Tirmidzi, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)

14. Sucikan hati harta dan jiwa dengan sedekah

Nabi berwasiat kepada para pedagang: ‘Wahai para pedagang, sesungguhnya (pada) perdagangan ini terjadi kealphaan dan sumpah, maka campurilah dengan sedekah.”(HR. Ahmad).

Allah berflrman: “Ambilah zakat dari sebagian harta mereka,dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…” (QS At-Taubah:103).

Saat ini perkembangan tekhnologi berkembang dengan sangat pesat. Salah satunya adalah kemudahan dalam bersedekah. Kini banyak hadir website sedekah online – sedekah online yang dapat membantu Anda mudah dalam sedekah.

Sumber:

lazismugresik.org/manfaat-dari-bersedekah-berdasarkan-al-quran-dan-hadits/ 

baznas.go.id/sedekah

bdkpalembang.kemenag.go.id/

Pesantren Alam Sabilul Huda Gelar  Buka Bersama

Pesantren Alam Sabilul Huda Gelar Buka Bersama

Bertempat di Masjid Nur Huda Sepete, tanggal 25 April 2021 menjadi hari yang spesial bagi masyarakat dukuh Sepete Toh Kuning pasalnya sore itu diadakan Acara Buka Puasa Bersama yang pertama kali dalam sejarah.

Acara buka puasa bersama ini dihadiri 250 peserta lebih yangt terdiri dari Masyarakat Dukuh Sepete, Jamaah Masjid, Santri Sabilul Huda dan tamu undangan.

Dalam kegiatanya tersebut ust Sodikin selaku ketua Yayasan Sabilul Huda menyampaika bahwa kegiatan tersebut sebagai wujud syukur atas telah berjalanya kegiatan pesantren dan sekaligus doa bersama untuk pembangunan Asrama Putri yang beberapa waktu sebelumnya telah dilakukan.

Sebagaimana diketahui bahwa Pesantren Alam sabilul huda baru berdiri 8 bulan ini dan minat masyarakat dan jamaah sangat antusias dalam memakmurkan masjid dan juga kegiatan lainnya.

Nampak suasana buka bersama yang sampai dihalaman masjid karena keterbatasan tempat. Semoga Alloh subhanallohu wa taala mengkaruniakan keberkahan dan rizki yang berlimpah bagi para donatur yang telah turut serta menjadi jalan terselenggaranya kegiatan tersebut. sdk/

 

 

ZAKAT PENGHASILAN WUJUDKAN KEMANDIRIAN

ZAKAT PENGHASILAN WUJUDKAN KEMANDIRIAN

Alhamdulillah, waktu gajian sudah kembali tiba. Bagi sebagian orang waktu gajian begitu dinanti-nanti, kesempatan untuk belanja rasanya tidak akan ditunda. Namun, ternyata tidak sedikit dari mereka yang terdampak pandemic Covid-19 kehilangan pekerjaan dan tidak berpenghasilan bulan ini termasuk dalam hal ini adalah pesantren, sebab santri santri memiliki orang tua yang terdampak pandemi.

Karenanya saat ini pesantren alam sabilul huda membuka ladang amal seluas luasnya untuk sahabat semua guna membantu kemandirian pesantren.

Alhamdulillah, masih bisa gajian. Jangan lupa tunaikan zakat profesinya ya. InsyaAlloh berkah.

Zakat Profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi bila telah mencapai nishab. Salah satu landasannya ada pada Q.S Al-Baqarah ayat 267 berikut:

“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha kaya, Maha Terpuji”.

Yuk cek penghasilan sahabat, apakah sudah wajib zakat ataukah belum. Jika sudah Yuk Tunaikan Zakat, hanya 2,5% dari penghasilanmu.

[lsdd_zakat_listing]
4 Cara Memastikan Sedekah Online anda Benar

4 Cara Memastikan Sedekah Online anda Benar

Diera tekhnologi digital seperti saat ini, banyak orang memanfaatkan tekhnologi digital dalam mencari keutungan. Salah satunya adalah dengan banyaknya layanan layanan donasi maupun sedekah dan zakat secara online.

Bersedekah secara online kini telah menjadi pilihan bagi banyak orang. Sama halnya dengan transaksi lain, selain lebih cepat dan mudah, Anda juga dapat menghemat tenaga. Namun benarkah sedekah online terpercaya?

Serupa dengan menemukan toko online yang terpercaya, begitu pula dengan urusan zakat atau bersedekah. Bagaimana kita bisa tahu bahwa lembaga yang menawarkan jasa penerimaan sedekah online terpercaya? Dari mana kita tahu bahwa zakat atau sedekah yang kita berikan bisa sampai kepada mereka yang memang berhak menerimanya?

Begitu pula dengan sedekah onlineAlangkah sedihnya bila niat baik kita ternyata dimanfaatkan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab. Tidak hanya uang yang hilang entah ke mana, penerima zakat, wakaf atau sedekah yang lebih berhak tidak mendapatkan apa-apa. Semua ini gara-gara lembaga amal yang ternyata jauh dari kata terpercaya, alias abal-abal.

Cara-Cara Menghindari Penipuan Berupa Sedekah Online

Lalu, bagaimana cara menghindari penipuan berupa sedekah secara online? Bagaimana cara memastikan bahwa lembaga yang menawarkan jasa berupa sedekah online itu terpercaya?

  1. Pastikan lembaga amal tersebut sudah dikenal dan memiliki izin yang jelas

Salah satu cara untuk memastikan hal ini adalah mencari referensi sebanyak mungkin.

Pastikan alamat lembaga tersebut benar adanya, cross cek melalui google map jika alamat lembaga atau pesantren atau panti tersebut ada.

Ada baiknya juga cek aku media sosial mereka seperti Facebook, Instagram dan akun lainya. Dari situ bisa dilihat jejak program kegiatan mereka.

Bisa juga dengan mengecek nama mereka di mesin pencari , nah dari situ anda akan mendapat informasilebih banyak terkait lembaga tersebut.

  1. Pastikan rekening yang di miliki nya 

Pastikan bahwa rekening lembaga yang dimilikinya adalah bukan atas nama perorangan. Sebab dari situ bisa dipastikan bahwa zakat dan sedekah tersebut adalah dikelola dengan tim yang baik, bukan untuk pribadi seseorang.

  1. Cek legalitas lembaga tersebut.

Saat ini di Indonesia untuk pengelolaan Zakat, Infak dan sedekah harus memathi undang undang Zakat sehingga bagi lembaga penghimpun dana keagamaan di masyarakat harus memiliki izin. Lantas bagaimana dengan lembaga, pesantren dan panti asuhan serta lembaga keagamaan lainya yang belum berijin. Maka salah satunya harus bermitra dengan lembaga yang tekah resmi berijin. Maka sebaiknya cek apakah lembaga tersebut sudah memiliki ijin atau kemitraan apa belum.

  1. Cek Bukti Penyaluran 

Langkah yang lain untuk mengetahui apaka zakat, infak dan sedekah kita disalurkan dengan baik atau tidak adalah dengan cara melihat ataui menelusuri program program penyaluran mereka. Maka silahkan bisa di lihat apaka websitenya menyajikan informasi penyaluran ataukah tidak.

Demikian sekelumit kecil informasi bagaimana memastikan apakah sedekah, zakat dan wakaf kita tersalurkan kepada oenerima yang tepat atakah tidak. Selanjutya semua berpulan kepda pilihan dan keyakinan masing masing.

Sedekah online memang mudah, namun Anda akan merasa lebih lega lagi bila beramal melalui lembaga yang benar-benar terpercaya. Jadi, pastikan beramal melalui sedekah online terpercaya supaya dana tersalurkan dengan baik.

 

Sedekah Online, apa sih itu

Sedekah Online, apa sih itu

Apa sih donasi online?
 
Di bulan suci Ramadhan ini, banyak dari masyarakat muslim yang berlomba-lomba untuk ber sedekah, Zakat maupun wakaf. Di tengah kondisi Indoenesia yang masih terdampak pandemi Covid-19, banyak yang kebingungan bagaimana cara bersedekah atau cara  menunaikan zakat.

Oleh karenanya kemudian banyak lembaga, pesantren dan panti asuhan yang bertransformasi layanan sedekah dan zakatnya dengan cara digital.Secara tekhnis sedekah online itu sama dengan sedekah offlline, yang membedaknya adalah cara menunaikanya yang berbeda. Sedekah Online pembayarnya dilakukan dengan cara Virtual atau digital menggunakan aplikasi pembayaran. Diantara nya adalah aplikasi sedekah online di dalam website pesantren alam ini.

 
 
 
Selamat mencoba ..!
 
 
sedekah semen untuk Asrama Santri

Program sedekah semen untuk pembangunan asrama dan fasilitas...

Donasi
Sedekah Operasional Masjid

Raih pahala dengan turut serta berinfak untuk masjid Pesantren Alam...

Donasi
Sedekah Operasional Pesantren

Mari bersama kita sisihkan sebagian rizki kita di jalan Alloh dengan...

Donasi